Berlibur sudah menjadi kebutuhan semua orang. Setiap Minggu, tempat wisata di Jepara selalu ramai warga, demikian juga di kota lainnya. Nah, jika kamu sudah terbiasa berkeliling di kota tinggal, cobalah sesekali mengunjungi kota lainnya. Pasti seru. Kali ini, saya sarankan kota Surabaya. Terutama jika wisata heritage menjadi kesukaanmu. Suka yang have fun saja? kota ini punya daftar lengkap destinasi wisata mulai dari gratis sampai berbayar. Namun, kali ini saya lebih fokus ke 6 obyek wisata sejarah yang menarik di kota Surabaya.

Julukan Kota Pahlawan, disandang oleh Surabaya sebagai appresiasi banyaknya pahlawan di Surabaya. Juga, bertebaran tempat-tempat bersejarah mulai dari tahun 1400-an sampai sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Obyek wisata bersejarah mudah kita temukan di sini. Jika kamu hendak berkeliling kota Surabaya, maka sempatkan mengunjungi beberapa tempat menarik berikut ini:

1. Klenteng Hong Tiek Hian
Klenteng Hong Tiek Hian adalah klenteng tertua di Surabaya. Klenteng yang masih kokoh berdiri ini masih terawat dan menarik untuk kamu singgahi. Menurut sejarahnya, klenteng ini dibangun pada masa Khu Bilai Khan. Saat itu masih satu zaman dengan Kerajaan Majapahit. Klenteng HLokasi klenteng ini cukup mudah dicapai, yakni di Jalan Dukuh, kawasan Pecinan, Surabaya Utara.

2. Masjid Muhammad Cheng Ho
Masjid Muhammad Cheng Ho, demikian nama yang disematkan sebagai appresiasi peran besar Laksamana dari Tiongkok ini. Lokasinya berada di dalam satu kawasan dengan Klenteng Hong Tiek Hian. Tempat peribadatan umat muslim ini juga memiliki desain dan keindahan yang memikat hati. Desain eksteriornya juga memiliki kekhasan tersendiri. Dinding masjid dibuat seminimal mungkin, bahkan banyak ruang terbuka tanpa dinding, ditambah lagi dengan dominan warna merah dipadu hijau menyegarkan mata.

kelenteng-cheng-ho-susindraLuasnya masjid ini terbagi menjadi 3 area utama. Di kawasan masjid juga terdapat sebuah kolam ikan dengan hiasan berupa kapal. Bangunan masjid ini juga cukup mencolok dibanding dengan bangunan lain di kawasan yang sama. Perjalanan sejarah dibangunnya masjid ini tidak lepas dari peran beberapa tokoh penting, salah satunya adalah Laksamana Cheng Ho. Laksamana Cina, Cheng Ho berperan aktif menyebarkan agama Islam. Sebagai penghormatan, namanya disematkan menjadi nama masjid ini.

3. Jembatan Merah
Jembatan Merah menjadi salah satu saksi pergerakan perjuangan bangsa saat terjadi pertempuran di tanggal 10 Nopember di tahun awal kemerdekaan. Dahulu, sekitar jembatan ini menjadi kawasan hunian sekaligus pusat perdagangan bagi orang-orang Eropa. Sementara di bagian sisi lainnya dihuni oleh orang dari keturunan Arab, Melayu dan juga Cina.

4. Museum WR Soepratman
Siapa yang tak kenal tokoh nasional sekaligus pencipta lagu kebangsaan Indonesia, WR Soepratman. Ia memiliki biola legendaries yang selalu digunakan untuk mengiringi lagu-lagu ciptaannya. Dan skrip asli berisi lirik lagu yang ditulis sendiri oleh WR Soepratman bisa kamu temui di Museum ini. Selain itu, biola asli yang selalu menjadi teman setia saat menciptakan lagu-lagu nasional lainnya juga bisa dilihat di museum ini.

Museum ini nampak sederhana, namun penuh makna sejarah dan perjuangan seorang anak bangsa. Sebuah patung WR Soepratman berukuran manusia normal dengan biolanya juga terpampang jelas di bagian depan museum. Adapun lokasi museum ini berada di Jalan Mangga Tambaksari, Surabaya.

5. House of Sampoerna
Tidak jauh berbeda dengan bangunan bersejarah lainnya, kesan tempo dulu juga bisa ditemukan di House of Sampoerna. Bangunan ini berupa gedung bergaya kolonial. Dulu, bangunan ini pernah difungsikan sebagai panti asuhan saat masa kolonial Belanda. Kemudian dialihkan menjadi pabrik rokok hingga saat ini masih beroperasi.

6. Museum Kapal Selam
Jika berada di sekitar Plasa Surabaya, jangan lupa ke Monkasel atau Monumen Kapal Selam Surabaya. Letaknya pusat kota, tepatnya di pinggir Kaliasin, Genteng Surabaya. Kapal selam ini dahulu merupakan salah satu kapal selam yang dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda. Kapal Selam KRI Pasopati 410 namanya. Kita bisa masuk ke dalam kapal selam sendiri atau ditemani guide. Puas keliling dalam kapal, di belakang ada gedung videorama dan menonton dokumentasi kapal selam.

museum-kapal-selam-surabaya
Nah, itu tadi 6 tempat wisata yang bisa kamu kunjungi saat berada di Kota Surabaya. Namun, tidak ada salahnya menikmati keunikan sejarah kota ini dari sisi lainnya, seperti halnya yang ada di hotel populer Surabaya, yakni Hotel Majapahit Surabaya.

Hotel ini cukup berbeda dari hotel berbintang lainnya yang ada di Surabaya. Keunikan desain dan nilai histori dari hotel ini menjadikan pengalaman tersendiri, seolah representasi dari ciri sebuah Kota Pahlawan. Hotel ini juga memiliki sejarah yang cukup panjang. Bahkan nama hotelnya telah mengalami beberapa kali pergantian. Nama yang pertama disematkan di hotel ini adalah Orange Hotel sekitar tahun 1910, saat ini bernama Hotel Majapahit.

hotel-majapahit-surabaya-susindra

Sebutan Kota Pahlawan tersebut juga berkaitan erat dengan keberadaan hotel ini karena menjadi salah satu lokasi saat terjadinya peristiwa sejarah. Salah satunya adalah momen perjuangan melawan pemerintah Kolonial Belanda. Lebih tepatnya peristiwa perobekan bendera Belanda di gedung hotel ini.

Selain nilai sejarahnya, hotel ini memiliki daya tarik berupa keanggunan desain hotelnya. Kamu akan merasakan suasana klasik khas tempo dulu. Pemandangan hijau dan asri di lingkungan hotel ini juga akan membantumu merasa lebih nyaman dan rileks. Pokoknya, hotel ini bisa menjadi pilihan tepat.

Hotel Majapahit Surabaya ini menawarkan pilihan tipe kamar yang cukup beragam, di antaranya Presidential Suite yang menjadi tipe unggulan hotel ini, juga Garden Terrace yang memiliki jumlah terbanyak di hotel ini.

Jika kamu penasaran dengan hotel ini, sangat mudah menemukan keberadaannya, yakni di Jalan Tunjungan No. 65, Surabaya. Letaknya cukup strategis karena berada di dekat Bandara Internasional Juanda. Akses transportasinya cukup mudah dicapai melalui Stasiun Gubeng dan Terminal Bungurasih, masing-masing berjarak sekitar 4 km sampai dengan 13 km. Selain itu, lokasinya dekat dengan pusat perbelanjaan seperti Tunjungan Plaza, juga monumen Pers Perjuangan Surabaya.

Mengenal Wisata Sejarah Kota Surabaya melalui bangunan obyek wisata dan hotelnya juga bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi liburanmu, jadi yuk langsung cek di traveloka.com Happy weekend!

About the author

bloggerjepara

19 Comments