Jepara telah lama dikenal sebagai kota ukir. Seni ukir Jepara telah diakui dunia sebagai seni kriya tingkat tinggi. Ada kisah menarik dibalik kerajinan ukir Jepara yang terkait dengan sosok Mahapatih Majapahit bernama Sungging Purbangkara.

Legenda di Balik Kerajinan Ukir Jepara

Menurut legenda masyarakat Jepara, seni ukir Jepara diyakini berasal dari kerajaan Majapahit. Dikisahkan, Raja Brawijaya memiliki seorang Patih keturunan bangsa Cina yang ahli dalam bidang seni lukis dan seni ukir. Namanya Patih Sungging Purbangkara (beberapa menyebut Purbangkara atau Joko Sumbing). Raja ingin menguji dengan memintanya membuat sebuah lukisan permaisuri tercantik. Patih Sungging Purbangkara membuat mahakarya yang diminta rajanya dengan sangat hati-hati. Alhasil lukisan permaisuri yang sangat mirip berhasil dia buat. Karena sangat puas dengan hasilnya, setitik tinta hitam jatuh di dekat bagian pribadi lukusan permaisuri. Sebelum sempat menghapus bersih noda tinta tersebut, raja dan rombongan telah datang.

Raja sudah tidak sabar melihat hasil lukisan terbaik Patihnya. Maka ketika telik sandi menyatakan lukisan sudah hampir jadi dan sangat mirip, Raja bergegas ke sana. Raja Brawijaya sangat puas melihat hasil lukisan permaisuri. Namun tiba-tiba wajahnya penuh angkara ketika menyadari sebuah tanda hitam yang tak sempat terhapus. Lokasi tinta tepat berada di tahi lalat Sang Permaisuri. Sontak Raja menuduh permaisuri dan patihnya berselingkuh.
Tak disebutkan apa yang terjadi pada Sang Permaisuri, tetapi Patih Sungging Purbangkara dihukum dengan mengusirnya dari Bumi Majapahit. Dia diikat di sebuah layang-layang dan diterbangkan ke awan. Patih melayang tak tentu di atas bumi. Sebuah alat pahat ukir jatuh di sebuah desa yang dahulu disebut Desa Belakang Gunung (sekarang Mulyoharjo) sehingga desa tersebut menjadi penghasil ukir tingkat tinggi.

Legenda Seni Ukir ini masih dituturkan secara turun-temurun antar generasi dan belum putus sampai sekarang. Masyarakat Mulyoharjo lebih mengenalnya dengan sebutan Ki Purbangkara atau Ki Sungging Adi Linuwih.

^si

About the author

bloggerjepara

2 Comments